Tips Bisnis Jual Beli Rumah Via Developer yang Aman

Jual Beli Rumah

Tak dipungkiri lagi jika bisnis jual beli rumah merupakan bidang yang cukup mendatangkan keuntungan. Tak heran, modal yang dikeluarkan juga banyak include perbaikan dan renovasi rumah demi fenotip yang indah di mata. Nah, kali ini, kita akan membahas bagaimana tips membeli rumah melalui developer yang aman dan anti penipuan. Ketahuilah developer merupakan pilihan dari sebagian besar pembeli rumah, terutama yang tinggal di perkotaan atau wilayah yang padal penduduknya. Pasalnya, developer-lah yang tahu dan paham solusi bagaimana penampakan rumah yang modern dan mengikuti zaman dengan ketersediaan lahan yang sempit.

Setidaknya, ada tiga keuntungan yang akan Anda dapatkan ketika memilih developer sebagai tujuan jual beli rumah.

Proses yang Mudah

Jual Beli Rumah

Ketimbang membangun rumah dari nol melalui proses pencarian lahan, desain rumah, dan urusan lainnya, membeli rumah jadi dari developer nampaknya jauh lebih mudah karena prosesnya yang simpel. Anda pun tak perlu lagi mengawasi bangaimana proses pembangunannya karena telah ditangani langsung oleh ahlinya. Tinggal konsultasikan desain rumah yang Anda inginkan, maka developer akan merekomendasikan beberapa pilihan rumah baru untuk Anda.

Kawasan yang Layak

Selain proses yang mudah, kegiatan jual beli rumah dari developer memberikan nilai plus berupa kawasan yang layak. Misalnya, perumahan yang dibangun pastilah telah mempertimbangkan fasilitas yang akan didapatkan seperti jalan raya, pasokan air bersih, dan listrik. Jadi, Anda tak perlu risau akan mendapatkan rumah yang jauh dari pusat kota.

Lebih Mudah Dapat KPR

Jika Anda memang belum memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah secara kontan, tak ada salahnya jika Anda melakukan jual beli rumah melalui developer secara kredit. Caranya, pastikan jika developer tersebut bekerja sama dengan bank dalam proses pendanaan pembangunannya. Mengapa? Ketahuilah, jika Anda mengetahui hal ini, proses pembelian rumah akan jadi lebih mudah terutama saat kredit.

Meski proses jual beli rumah mendapatkan banyak kemudahan dan keuntungan, masih ada juga pihak-pihak pembeli rumah yang merasa tertitpu saat bertransaksi dengan developer. Pasalnya, tak sedikit developer yang melarikan diri alias tidak bertanggung jawab setelah menerima sejumlah uang dari pembeli. Hal inilah yang menjadi alasan supaya pembeli tetap harus waspada dan hati-hati saat membeli rumah melalui developer.

Pertimbangkan Reputasi Developer

Ketika Anda mendapatkan penawaran menggiurkan dari developer untuk melakukan jual beli rumah dengannya, lebih baik pertimbangkan dengan matang terlebih dulu dan terburu-buru untuk bertransaksi. Sebab, salah-salah Anda bisa mengalami kerugian yang cukup besar. Bisa saja Anda sudah terjerat lilitan hutang ketika rumah belum dalam proses pembangunan. Untuk menghindarinya, pastikan untuk detail dan teliti dalam memperhatikan reputasi developer sebelum memutuskan untuk bekerja sama.

Pastikan Selesaikan Proses Sertifikat

Saat melakukan jual beli rumah terhadap developer, tentunya nama sertifikat tersebut pada mulanya bukan nama Anda, melainkan milik developer. Nah, supaya kedepannya jelas, pastikan Anda tanyakan dulu kapan sertifikat tersebut diubah menjadi nama Anda. Meski begitu, biasanya poin ini pasti ada dalam surat perjanjian jual beli. Namun, tak ada salahnya untuk bertanya langsung pada pihak developer supaya tidak terjadi salah paham.

KPR Belum Disetujui, Jangan Bayar DP Dulu!

Jual Beli RumahPembelian rumah secara kredit memang harus lebih teliti supaya tidak terjadi hal-hal yang buruk. Nah, kali ini jika Anda diminta pembayaran DP terhadap pihak developer namun KPR belum disetujui oleh bank, lebih baik urungkan untuk membayarnya dulu. Ketahuilah, meski Anda telah mengajukan KPR pada bank tempat developer bekerja sama, belum tentu pihak bank menyetujui permintaan Anda. Dalam beberapa kasus jual beli rumah terjadi DP yang telah dibayarkan, namun KPR tidak disetujui oleh bank. Dengan demikian, sudah jelas DP tersebut akan sulit untuk kembali dan jika kembali pun tidak lagi utuh 100%.

Salah Pilih Bank, Gagal Take Over Apabila Sertifikat Belum Balik Nama

Sekilas pasti Anda akan mengira memilih bank untuk proses KPR adalah hal yang mudah. Namun, pastikan lebih hati-hati dan memiliki perencanaan yang matang. Mengapa? Perlu Anda tahu, pernah terjadi beberapa kasus ketika telah menjalani KPR pada salah satu bank, karena beberapa alasan, ada keinginan untuk take over dan pindah bank lain. Apabila sertifikat kepemilikan masih atas nama developer, proses ini tidak akan bisa dipenuhi. Dengan kata lain, Anda masih akan terus berlanjut untuk bekerjasama dengan KPR bank semula. Biar hal ini tidak terjadi, pastikan Anda paham sistem take over tiap bank dan proses penyelesaian setifikat jual beli rumah atas nama Anda.

Rumah Belum Jadi Sesuai Target

Memang ada berbagai respon dan kendala saat bekerjasama dengan pihak developer saat jual beli rumah, maka dari itu harus lebih pandai dalam memilih developer sejak awal. Beberapa respon tersebut diantaranya adalah rumah tidak jadi sesuai tanggal yang telah ditentukan, padahal pembayaran sudah selesai alias lunas. Kedua, rumah selesai di luar targer semula alias terlambat. Terakhir, rumah selesai atau jadi sesuai tanggal yang telah ditentukan, namun model dan desainnya tidak sesuai dengan spesikasi awal alias buruk. Untuk menghindari hal ini, pastikan untuk memilih developer yang handal dan bereputasi yang baik dalam bidang ini.

Nah, itulah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan dan pertimbangkan saat melakukan jual beli rumah via developer. Untuk memastikan developer Anda terpercaya, Anda bisa konsultasi pada kerabat dan meminta rekomendasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *